Kamis, 11 Desember 2025

Kengerian akhir tahun episode inflasi sistemik


Emas vs Rupiah

Tahun belum berakhir, tapi kengerian sudah dimulai. Efek riba dan keserakahan manusia mulai menunjukan konsekuensinya. 

Emas itu sangat cocok untuk menjadi penyimpan nilai, bukan untuk meraup kuntungan. Ya karena secara harga memang kelihatannya naik dari 2.7 juta ke 11.5 juta. Padahal kenaikan harga itu hanyalah wujud dari penurunan nilai rupiah atau inflasi sendiri. Jadi ya rasanya sama saja memiliki 11jutaan di tahun sekarang dengan 2.7 jutaan ketika 2011.

Pertanyaannya mengapa inflasi bisa secepat itu? dan mengapa harga emas bisa semahal itu di zaman sekarang?

Hubungan antara riba (sistem bunga) dan inflasi merupakan topik paling mendasar dalam ekonomi Islam. Sementara ekonomi konvensional sering menggunakan suku bunga untuk mengontrol inflasi jangka pendek, perspektif ekonomi Islam (dan beberapa ekonom kritis) berpendapat bahwa sistem bunga justru merupakan penyebab struktural dari inflasi itu sendiri.

Berikut ini analisis bagaimana riba bisa memicu inflasi, dibagi menjadi 4 mekanisme:

1. Cost-Push Inflation (Inflasi Dorongan Biaya)

Dalam sistem ekonomi berbasis bunga, uang dianggap sebagai komoditas yang "dijual" (disewakan). Ketika produsen meminjam modal dari bank untuk memproduksi barang, mereka harus membayar pokok pinjaman plus bunga.

 * Mekanisme: Bunga pinjaman tersebut dianggap sebagai biaya produksi (Cost of Fund).

 * Dampak: Agar tetap untung, produsen akan membebankan biaya bunga tersebut ke dalam harga jual barang.

 * Hasil: Harga barang di pasaran menjadi lebih mahal. Konsumen membayar harga yang di dalamnya terkandung komponen riba. Jika suku bunga naik, biaya produksi naik, dan harga barang pun ikut naik.

2. Decoupling (Pemisahan Sektor Keuangan dan Sektor Riil)

Ini adalah kritik utama terhadap sistem riba. Riba memungkinkan uang "beranak" tanpa adanya pertambahan barang atau jasa di sektor riil (sektor produksi).

 * Sektor Riil (Barang): Tumbuh secara linier dan terbatas (perlu bahan baku, tenaga kerja, waktu).

 * Sektor Moneter (Uang): Dengan sistem bunga (terutama bunga majemuk), uang bisa tumbuh secara eksponensial di dalam sistem perbankan tanpa harus ada barang yang diproduksi.

 * Hukum Ekonomi: Jika jumlah uang yang beredar tumbuh lebih cepat daripada jumlah barang yang tersedia, maka nilai uang akan turun. Inilah definisi dasar inflasi (terlalu banyak uang mengejar terlalu sedikit barang).

3. Ekspansi Jumlah Uang (Money Creation)

Sistem perbankan modern yang berbasis bunga menggunakan sistem Fractional Reserve Banking.

 * Mekanisme: Ketika seseorang menabung uang di bank, bank boleh meminjamkan sebagian besar uang tersebut ke orang lain dengan bunga. Uang tersebut kemudian masuk ke bank lain, dipinjamkan lagi, dan seterusnya.

 * Efek Multiplier: Proses ini menciptakan "uang baru" secara digital yang jauh melebihi uang fisik yang sebenarnya ada.

 * Kebutuhan Uang Baru: Karena setiap pinjaman harus dikembalikan beserta bunganya, maka jumlah uang total dalam sistem ekonomi harus terus bertambah untuk menutupi bunga tersebut (karena uang untuk membayar bunga belum dicetak saat pinjaman dibuat). Ini memaksa pencetakan uang terus-menerus, yang berujung pada penurunan nilai mata uang (inflasi).

4. Distorsi Permintaan

Riba mendorong pola konsumsi berbasis utang (credit-driven consumption).

 * Kemudahan kredit (kartu kredit, paylater berbunga) membuat masyarakat membeli barang yang sebenarnya belum mampu mereka beli, menciptakan permintaan semu (artificial demand).

 * Tingginya permintaan yang tidak didasari daya beli riil ini akan mengerek harga-harga barang naik.

Perbandingan Pandangan

Untuk mempermudah pemahaman, berikut perbedaannya:


Kesimpulan

Riba menciptakan gelembung ekonomi (bubble). Inflasi terjadi karena nilai intrinsik uang terus digerus oleh penciptaan uang kredit berbunga yang tidak diimbangi oleh pertumbuhan sektor riil yang setara.

> Analogi: Riba seperti memompa angin (uang) terus menerus ke dalam balon (ekonomi) tanpa memperbesar karet balonnya (produksi barang). Akhirnya, tekanan (harga) di dalam balon akan terus meningkat.

Kondisi tambang emas freeport






Tidak ada komentar:

Posting Komentar