Orang2 kyk perempuan diatas itu emang ga pantes punya anak. Karena anaknya akan kehilangan sosok ibu meski ibunya masih hidup didunia. Maka klo ibunya meninggal sang anak akan merasa lega bukan sedih.
Bayangkan klo perempuan narsistik dan haus validasi itu punya anak apa ga kesiksa yg jadi anaknya. Hidup penuh tekanan, mati pun tak boleh. Sama kyk ibu tiri suami yang NPD, haus validasi, ga mau kalah, ga mau salah, pokoknya dia yang paling bener, paling pinter, paling ideal, dan blablabla.
Propaganda childfree, no rich no married udah makin mewabah di kalangan gen Z. Mereka lebih takut miskin, daripada ga nikah atau ga punya anak. Gausah banding2in orang Indonesah sm Eropa lah, Singapore lah. Perebutan lahan antara hutan lindung dan pemukiman warga mulai terjadi. Deforestasi, eksploitasi alam, yang kaya makin kaya diem nya di Singapore, meras kekayaan alam nya di Indonesia larinya ke Singapore. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?
Yg kaya diemnya di Singapore, yg kebanjiran nya Indonesah, yg menikmati orang China Singapore, yg menderita nya orang Indonesah. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?
Skrg propaganda no rich no married, childfree buat warga Indonesia. Biar mereka2 yg diem di Singapore ini yg gantian menguasai khatulistiwa, negara yg konon katanya kaya SDA nya, tp rendah SDM nya. Gimana ga rendah, yg eksploitasi nya siapa yg kena dampak nya siapa.
Kekayaan alam bukan untuk dikuasai oleh manusia2 serakah. Tapi harus dijaga, itulah kenapa SDM yg katanya rendahan ini ga bisa dan ga mau merusak alam. Sebaliknya SDM tinggi itu mempropagandakan childfree buat SDM rendah karena mereka dgn senang hati akan menggantikan keberadaan SDM rendah td dan menguasai sepenuhnya kekayaan alam negara khatulistiwa ini.
SDM rendah yang menjaga kelestarian alam, SDM tinggi yang merusak alam demi satu kata yaitu investasi.
Demi kehidupan dan gaya hidupmu wahai investor, bencana ini terjadi hanya demi kehidupanmu yang cuma 60-80 tahun itu. Demi warisan anak cucu katanya, justru anak cucumu lah yang nantinya akan menderita karena ulahmu, gara2 keserakahan mu hari ini.
@inilahcom Akibat curah hujan tinggi mengakibatkan bencana hidrometeorologi berupa meluapnya sejumlah sungai menyebabkan banjir, dan tanah longsor melanda tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara, yakni Tapanuli Tengah, Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Nias Selatan, dan Padangsidimpuan. Terlihat air berwarna coklat pekat bercampur material kayu meluncur dan menghantam wilayah yang dilewatinya. Dalam rekaman video amatir yang beredar di media sosial, terlihat arus banjir menyeret batang-batang kayu besar yang menjadi sorotan oleh warganet. - Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store. #InilahNews #BanjirTapanuli #Inilahcom #titiktengah #titikcerah ♬ original sound - Inilah.com
