Jika anda melihat postingan sebelumnya anda pasti bingung siapa yang saya bicarakan.
Sekarang saya akan menceritakan kisah yang sebenarnya terjadi.
Orang yang disensor itu adalah bawahan saya langsung di tempat kerja saya sekarang. Dia lebih lama 2 bulan masuk kerja daripada saya, bisa dibilang dia senior saya beda 2 bulan. Faktanya adalah sekarang ini saya menjadi leader dalam tim kerja kami dikantor.
Sebenarnya dia yang seharusnya menjadi leader, tapi kerjanya dia hanya facebook an, BBM an, telepon2an ga penting dan sering mangkir kerja. Jadi saya yang terpilih menjadi leader.
Saat ini saya berusaha sabar dalam menghadapi kinerja orang itu. Semakin kesini dia semakin buruk kinerjanya dan yang membuat saya kehabisan kesabaran adalah dia sering menjelek2an saya di BBM. Yang saya ketahui dia seperti ingin menjatuhkan saya dan mencoba menguji kesabaran saya terus menerus. Saya sudah berusaha untuk memperbaiki diri sendiri dan mencoba memperbaiki hubungan saya dengan dia. Tapi apa daya, dia seperti tidak suka saya berada di 'zona aman'. Seolah menjerumuskan saya ke posisi yang tidak nyaman bagi saya.
Satu hal yang ingin saya sampaikan kepadanya adalah saya tidak ingin membuat ada sirik atau apapun itu, saya mencoba untuk bekerja dan mencari nafkah yang halal bagi saya dan ibu saya.
Suatu ketika manager saya menyadari akan adanya hal yang salah di tim saya yaitu keberadaan bawahan saya itu. Saya hanya menyampaikan apa yang terjadi dan Tuhan Maha Adil. Dia akan dikeluarkan karena sudah terkena SP3 diperusahaan.
Pesan saya di pengalaman ini adalah jadilah orang yang jujur, tekun bekerja, jangan lah pelihara penyakit hati. InsyaAllah akan ada jalan rezeki yang lebih baik. :)
Kamis, 13 Maret 2014
My story
Rabu, 12 Maret 2014
Langganan:
Postingan (Atom)