Mengapa hidup ini hanya berpihak pada mereka yang kaya sejak lahir? Mereka punya fasilitas pendidikan yang memadai, mereka punya info yang mendukung dan kesempatan yang orang seperti ku tak punya.
Hidup tanpa kesempatan bahkan untuk mengecap pendidikan yang layak. Kesempatan untuk hidup layak, dan bekerja layak.
Ini rumah saudara suami yg saya tempati, terpaksa karena tak sanggup mengontrak rumah.
Di keluarga besar suami ada 3 anak yatim, di keluarga besar saya juga 3 anak yatim semua butuh biaya bulanan. Posisi saya dan suami terkena PHK semua gara2 covid, sebelum covid pun saya sudah kena pemutihan karyawan ditempat kerja. Di rumah harus bayar listrik tiap bulan, dan kasih makan 2 anak. Rasanya sudah ga kuat lg.
Manusia itu menurut tabiatnya kikir, dari kecil saya berurusan dengan saudara yg kikir yaitu tante saya dari keluarga alm. Papa, dia mengambil hak saya sebagai anak yatim untuk kesejahteraan keluarganya sendiri.
Dan sekarang saya menghadapi saudara suami yang miskin perkara bayar listrik. Listrik kami gunakan bersama, mereka ga mau bayar 50:50 tp sekalinya mereka bayar sebulan full gegara saya di PHK, seolah saya ga bayar berbulan-bulan.
Padahal berbulan-bulan lalu saya bayar listrik 85%, mereka cm bayar 15% nya aja. Sempet beberapa bulan mereka ga bayar sm skali, saya ga tagih klo ga kepepet bgt.
Hidup banyak masalah tp minim solusi. Apakah harus seperti ini terus ya Allah. Tunjukkan lah jalan keluar dari segala kepenatan hidup hamba ini ya Rabb.
Ketika hidup sebegitu mengecewakan ini, saya jadi teringat dengan alm. papa yang sudah tenang disisiNya 20 tahun lalu. Saya hanya bisa mengirimkan doa ini untuknya,
Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dan maafkanlah dia. Muliakan tempatnya, luaskan kuburnya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Kemudian masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari siksa kubur dan siksa neraka. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin
Sementara aku masih berjuang di dunia ini berdampingan dengan manusia2 zombie, keluarga zombie, dan pasangan zombie. Tak ada kepedulian tak ada kasih sayang, aku dibiarkan tenggelam dalam kelamnya jalan mencari penghidupan, dibiarkan lelah berjuang sendirian, melawan badai kehidupan ini pun aku sendirian.
Ya karena nanti pun aku akan mati sendirian.
Alhamdulillah selalu menemani suami berproses dari 0, tak ada 1 gram pun maskawin ortu maupun maskawin saya yg tersisa. Membiarkan sebagian besar warisan nenek diambil oleh kakak sepupu, membiarkan bukan berarti mengikhlaskan, biarkan mereka menanggung balasan di akhirat kelak. Saya pun tdk mengharapkan balas budi dari anak2 ketika saya menua, hanya doa dan kesalehan mereka saja sudah cukup bagi saya.
Hidup ini sebentar lagi garis finishnya. Perlahan semua saya lepaskan. Tak ada lagi waktu untuk memikirkan hal remeh temeh melainkan memperbaiki hubungan dgn Allah dan mengejar ridhoNya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar