Minggu, 21 Februari 2021

The Big Decision I Made

 

Assalamualaikum

Hi dear,

Awal tahun 2021 ini adalah awal kehidupan ku sebagai full time mom and wife. Berdasarkan quote diatas ada hal di dunia ini yang tidak bisa kita kendalikan sesuai dengan harapan atau keinginan kita. Dan itu akan membebani fikiran dan membuat kita stress, hal itulah yang harus kita lepaskan. Bukan berarti tidak peduli dengan masalah, hanya saja 'lepaslah' semua itu dari fikiran supaya kita lebih tenang dalam menjalani hidup. Contohnya memaafkan orang2 yang mengganggu kehidupan kita, atau maafkan kesalahan orang disekitar dan menyadari bahwa mereka hanyalah manusia yang banyak kekurangan. Atau memilih meninggalkan pekerjaan yang tidak ada manfaat nya, dan membuat keberadaan kita tidak dihargai lagi.

Ya, pekerjaan sebelumnya yang sudah kujalani selama 7 tahun lebih adalah tidak ada manfaatnya bagi kehidupan orang banyak atau kehidupanku sendiri. Dan semenjak ada orang baru di sana, keberadaanku sudah tdk berharga lagi. Maka dari itu aku memilih untuk meninggalkan kesia-siaan yang akan berlanjut dan merusak hidupku lebih dalam lagi.

Aku bukan tak bersyukur mempunyai pekerjaan, tapi aku lebih memilih meninggalkan karir yang sudah hancur itu untuk membangun masa depan lebih baik untuk anak-anakku nanti. Bersyukur aku hanyalah seorang wanita biasa yang tak berpendidikan tinggi, tapi aku punya 2 anak lucu yang harus aku jaga seterusnya. :) Karena sebaik2nya guru adalah yang bisa jadi guru terbaik bagi anak2nya, sebaik2 perawat adalah perawat yang baik bagi keluarganya, dan itu semua ada dipundakmu wahai ibu.

Berhenti membanding-bandingkan kehidupanku dengan orang lain, karena setiap manusia yang hidup di muka bumi ini punya jalan dan waktunya masing2.

Ada perspektif yang ingin kusampaikan disini, pertama pekerjaan yang berkaitan dengan riba adalah kesia-siaan, orang yang bekerja di bank, leasing, koperasi, pegadaian dsb mereka mencari nafkah dengan jalan yang diperangi Allah SWT. Ketenangan dan kecukupan harta yang mereka perlihatkan di dunia seolah tak ada kurangnya hanyalah angan belaka. Bagaimana bisa mereka hidup tenang dengan bergumul di dalam lumpur?! Satu-satunya jalan ialah KELUAR dari lumpur itu. Coba lihat video ini https://www.instagram.com/p/CKgOCf2JfYl/

Kedua, seorang wanita yang berambisi untuk jadi guru diluar sana, sedangkan dirumahnya ada seorang anak yang haus ilmu, haus kasih sayang dan belaian seorang ibu. Tapi mereka memilih tetap menjadi guru diluar sana, dan membiarkan anaknya bersama nenek atau saudaranya atau bahkan pengasuh! Inikah pilihanmu wahai ibu? Memang ada beribu alasan yang kalian punya untuk menampiknya, tp ingat, hidup di dunia ini hanya sementara. Pilihlah hal yang cenderung bermanfaat bagi dirimu atau keluargamu dulu, baru keluar sana.

Ketiga, dari sekian banyaknya jalan untuk hidup sejahtera. Kenapa kamu memilih mencari nafkah di jalan yang Allah larang? Menindas orang lemah dengan bunga dan denda yang tersembunyi, berapa banyak orang yang tidak ridho membayar bunga dan denda atau kelebihan dari pokok yang mereka peroleh sebelumnya? Masih merancang strategi untuk lepas dari riba, tp masih berada disana, lalu bagaimana kalau umurmu tak cukup sampai di masa riba bukan lagi mata pencaharian bagi orang2 dijaman sekarang?

Keempat, beberapa waktu lalu aku lihat postingan ini https://www.instagram.com/p/CKxiQWZnje6/

Wow dimanakah aku bisa dapat beasiswa kuliah hanya jadi jemaah mesjid aktif saja? Rasanya mustahil, karena minimal harus hafal Quran dsb. Jangan sampai harus murtad dulu baru dapat beasiswa. Naudzubillah

Semoga ini bisa menjadi bahan renungan bagi pencari solusi di negara kita dan semoga kita semua bisa terlepas dari belenggu riba, khamr, dan segala yang Allah larang. Karena terus terang tidak mudah menghindarinya, baru saja minggu lalu aku diterima sebagai admin di perusahaan penjual khamr, tp demi Allah tak ada sedikitpun keinginan dalam hati ini untuk jatuh kedalam lumpur dosa lebih dalam lagi. Subhanallah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar