Minggu, 28 Desember 2025

Pencuri nilai uang

 



Akar masalah inflasi adalah HUTANG RIBA (hutang ber-bunga lembaga keuangan)

Dampak RIBA (Bunga) Terhadap Inflasi dan Daya Beli

Ketika dana Pemda di DEPOSITO kan demi mendapat BUNGA (Riba) untuk Pejabat.

Inflasi kenaikan harga barang dan jasa secara umum, berakar pada biaya modal yang harus ditanggung produsen. Dalam sistem perbankan konvensional, bunga pinjaman (RIBA) adalah penyebab utama inflasi tersebut. 

Siapa yang memanen hasil RIBA (Bunga) dari Debitur (nasabah kredit)? Jawabnya nasabah deposito/pejabat daerah yg menDepositokan dana Pemda, atau menyimpan dalam bentuk obligasi di bank, selebihnya masuk sbg gaji dan Bonus karyawan bank.

Ketika produsen memperoleh modal usaha dari pinjaman yang mengandung bunga (RIBA), mereka pasti akan memasukkan biaya bunga ini ke dalam harga jual produk mereka.
Sederhananya:
Jika suku bunga (RIBA) naik, biaya modal produsen ikut meningkat. Untuk menutup biaya ini, HARGA barang dan jasa pun HARUS ikut NAIK. Kenaikan harga akibat dorongan biaya produksi ini disebut inflasi dorongan biaya (cost-push inflation). Akibatnya, daya beli mata uang di masyarakat menurun.

Siapa yang Menanggung Beban RIBA?
Meskipun lembaga keuangan menarik bunga (RIBA) dari Debitur, pada hakikatnya *beban bunga ini ditarik dari konsumen akhir, yaitu masyarakat pengguna barang atau jasa.
Dengan cara ini, sistem RIBA MEMAKSA MASYARAKAT secara luas untuk MEMBAYAR biaya BUNGA (RIBA) melalui KENAIKAN HARGA Komoditas yang dijual oleh produsen.

Sistem pemBUNGA-an(RIBA) bank/lembaga keuangan, maunya cuma untung, tanpa mau menanggung kerugian (kredit macet=sita agunan) dan hanya mau MENYERAP HASIL KERJA orang lain dgn sistem BUNGA, itulah RIBA!Jika cicilan nasabah macet, bank akan melelang jaminan+bayar BUNGA+DENDA (bank gak mau rugi) Oleh karena itu, bunga (riba) adalah sistem yang dzalim. 

Hal ini membuktikan bahwa sistem bunga (RIBA) perbankan merupakan penyebab utama inflasi dan pemicu utama menurunnya daya beli mata uang terhadap barang atau jasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar